Animasi Zombie Berjalan Loncat-Loncat

Minggu, 04 Juni 2017

Ayah yang Tak Pernah Menyerah

 Ignatius Karnu lebih akrabnya dipanggil Karnu oleh keluarga maupun masyarakat sekitar.  Karnu lahir pada tanggal 29 juni 1957 di Jawa Tengah. Tepatnya di Sawangan, sebuah desa yang berada di lereng gunung Merapi.  Bagi saya beliau adalah orang yang Tangung Jawab, gaya Karnu terlihat berwibawa dan menyukai semua sayuran.
Sejak kecil Karnu lebih dekat kepada Kakenya,  Karnu suka dari Kakenya adalah sifat yang bekerja keras dan memiliki tangung jawab yang besar. Karnu selalu ingin tahu tentang hidup Kakenya yang saat itu mengikuti perang untuk melawan penjajah. Karnu sejak kecil sudah bisa memahami keadaan yang sulit tersebut. Karnu juga sadar bahwa hidup saat penjajahan itu sulit. Karnu juga bersyukur bisa hidup di kehidupan yang tentram dan nyaman tidak seperti saat penjajah datang di Indonesia.
Karnu saat kecil terbiasa hidup mandiri dengan keluarga yang tingkat perekonomiannya cukup karena Karnu terinspirasi dengan Kakenya yang selalu mandiri dan pantang meyerah untuk menghadapi sesuatu yang terjadi dalam hidupnya. Karena kedua orangtua beliau hanya seorang wiraswasta. Dengan penghasilan yang tidak terlalu besar, kedua orangtua Karnu harus membiayai kesembilan anaknya. Maka tidak ada satupun anaknya yang tidak dapat melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi, termasuk Karnu.

Saat Karnu kecil, Karnu Bersekolah di SD Sawangan lalu saat SMP Karnu Juga Sekolah di SMP NEGERI 1 Sawangan. Setelah Karnu lulus SMP lalu melanjutkan dan selesai di SMEA untuk mengenyam pendidikannya pada tahun 1976, Karnu mencoba untuk kuliah di PGSTMP dan akhirnya lulus tahun 1986. Guna untuk mematangkan ilmu, Karnu mencoba bekerja di SMP Pancuranmas, Setelah beberapa lama bekerja, Karnu di pindah tugaskan di SMP Negeri 3 Secang.
Setelah Beberapa puluh tahun bekerja di sekolah tersebut, Karnu memutuskan untuk mencari pasangan hidup dan akhirnya Beliau mendapatkan istri yang bernama Emiliana Istinah Andariyani yang biasa dipanggil Isti. Setelah itu, Beliau menjalani hidup baru bersama Seorang istri yang bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan Beliau tinggal bersama istrinya di Kota Magelang lebih tepatnya di kampung Sanggrahan.
Setelah itu, Beliau lebih bersemangat untuk bekerja untuk mempersiapkan kebutahan jika anaknya akan lahir dan akhirnya kedua pasangan melahirkan anak laki laki pertama yang bernama Vincentius Setyo Kristanto dan sekarang bekerja. Setelah 1 tahun berlalu Kedua pasangan tersebut melahirkan yang kedua yaitu anak perempuan yang bernama Maria Krisnawati Putri dan sekarang kuliah. Setelah itu, ia menjalankan hidupnya untuk menghidupi kedua anak tersebut, setelah 8 tahun berlalu ia melahirnkan anak yang ke-3 yang bernama Gregorius Kristyanto Bagus Saputro dan masih seorang siswa SMA.


LAPORAN KEGIATAN PELAJARAN LUAR SEKOLAH (PLS)

LAPORAN KEGIATAN PElajaran luar Sekolah (PLS)
Pembelajaran Luar Sekolah (PLS) SMA N 2 Magelang. Kegiatan PLS dilakukan pada tanggal 2 Maret 2017 yang bertujuan untuk mempelajari asal usul manusia purba di Indonesia dengan belajar di luar sekolah,yaitu di sebuah museum.Selain itu rombongan kami juga berkunjung ke pantai Baron untuk rekreasi.
MUSEUM SANGIRAN

 Museum Sangiran adalah museum purbakala yang terletak di  Kalijambe,Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.Museum ini adalah situs purbakala yang terlengkap di dunia.Khususnya dengan penemuan fosil manusia purbanya yang menjadi sorotan dunia.
Fosil rahang bawah Pithecantropus Erectus ditemukan di Sangiran,museum ini dapat menjawab asal usul kehidupan di Jawa dan merupakan penemuan fosil manusia purba yang terbesar di Indonesia bahkan di dunia ini juga.
Pada tanggal 5 Desember 1966,UNESCO memberikan status Sangiran sebagai “Situs warisan dunia” karena penemuan besarnya dan nilai purbakalanya.Museum tersebut terdiri dari ruang pameran, aula, laboratorium, perpustakaan, ruang audio visual, gudang penyimpanan, hingga kios suvenir.
Ruang pamer 1 berisi tentang kekayaan sangiran dan berbagai fosil yang ditemukan.Terdapat fosil gajah purba,harimau,buaya dan kudanil purba walau tidak utuh bentuknya dan juga alat serpih dari batu yang digunakan oleh manusia purba.






Ruang pamer 2 berisi Langkah-Langkah Kemanusiaan dan berisi diorama manusia purba serta profil para peneliti Sangiran setelah merdeka. Langkah-langkah kemanusiaan dijelaskan pada teori evolusi. Mulai dari Seleksi Alam, Adaptasi dan Variasi.





Ruang pamer 3 berisi tentang Homo Erectus.Terdapat penjelasan detail tentang kehidupan Homo Erectus tetapi juga terdapat penjelasan tentang perbedaan Homo Erectus dengan Homo Sapiens.


Di ruangan ini juga terdapat Homo Floresiensis yang menggemparkan dunia.Manusia purba ini merupakan manusia yang dewasa namun berpostur tubuh pendek dengan tinggi 106cm saja.Homo Floresiensis ini tergolong manusia purba yang cerdas,Homo Floresiensis menggunakan alat dari bambu untuk menggunakannya berburu.
RUANG AUDIO VISUAL
Ruang terakhir adalah ruang audio visual.Di ruangan ini tamu akan dipersilahkan duduk menikmati penjelasan tentang bagaimana Sangiran terbentuk dengan lapisan tanah – tanahnya yang terlihat sampai dengan gambaran kehidupan manusia purba yang hidup pada saat itu.Semua itu ditampilkan dengan sebuah animasi yang menurut saya cukup keren dan yang terpenting tayangan itu adalah sejarah dan rangkuman tentang Sangiran.
Tidak heran jika UNESCO memberikan status Sangiran sebagai “Situs warisan dunia” karena penemuan – penemuan terbesarnya khususnya tentang manusia purba.
PANTAI BARON

Pantai Baron adalah kawasan wisata yang terletak di Gunung Kidul,Yogyakarta.Setelah kami dari museum Sangiran kami pergi ke pantai Baron bersama rombongan kami.Kami sampai di pantai Baron pada sore hari sehingga kami mersakan suasana pantai yang cukup sejuk dan terbenamnya matahari.
Kami menghabiskan waktu dengan bermain permainan bola kecil di pantai tersebut,tetapi kami juga bermaksud untuk menaiki bukit yang ada disana.Kami dapat menikmati pantai dengan lebih indah dari atas bukit.



Setelah itu,kami kembali ke bis dan sebelum pulang kami beristirahat di sekitar pantai dan membeli makanan dan minuman.Sesudah itu kami kembali kedalam bis dan akan menuju pulang.