Ayah yang Tak
Pernah Menyerah
Ignatius Karnu lebih
akrabnya dipanggil Karnu oleh keluarga maupun masyarakat sekitar. Karnu lahir
pada tanggal 29 juni 1957 di Jawa Tengah. Tepatnya di Sawangan, sebuah desa
yang berada di lereng gunung Merapi. Bagi saya beliau adalah
orang yang Tangung Jawab, gaya Karnu terlihat berwibawa dan menyukai semua
sayuran.
Sejak kecil Karnu lebih dekat kepada
Kakenya, Karnu suka dari Kakenya adalah sifat yang bekerja keras dan
memiliki tangung jawab yang besar. Karnu selalu ingin tahu tentang hidup Kakenya
yang saat itu mengikuti perang untuk melawan penjajah. Karnu sejak kecil sudah
bisa memahami keadaan yang sulit tersebut. Karnu juga sadar bahwa hidup saat
penjajahan itu sulit. Karnu juga bersyukur bisa hidup di kehidupan yang tentram
dan nyaman tidak seperti saat penjajah datang di Indonesia.
Karnu saat kecil terbiasa hidup mandiri
dengan keluarga yang tingkat perekonomiannya cukup karena Karnu terinspirasi
dengan Kakenya yang selalu mandiri dan pantang meyerah untuk menghadapi sesuatu
yang terjadi dalam hidupnya. Karena kedua orangtua beliau hanya seorang
wiraswasta. Dengan penghasilan yang tidak terlalu besar, kedua orangtua Karnu harus membiayai kesembilan anaknya. Maka tidak ada satupun anaknya yang tidak
dapat melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi, termasuk Karnu.
Saat Karnu kecil, Karnu Bersekolah di SD Sawangan lalu saat SMP Karnu Juga Sekolah di SMP NEGERI 1 Sawangan. Setelah Karnu lulus SMP lalu melanjutkan dan selesai di SMEA untuk
mengenyam pendidikannya pada tahun 1976, Karnu mencoba untuk kuliah di PGSTMP
dan akhirnya lulus tahun 1986. Guna untuk mematangkan ilmu, Karnu mencoba
bekerja di SMP Pancuranmas, Setelah beberapa lama bekerja, Karnu di pindah
tugaskan di SMP Negeri 3 Secang.
Setelah Beberapa puluh tahun bekerja di
sekolah tersebut, Karnu memutuskan untuk mencari pasangan hidup dan akhirnya
Beliau mendapatkan istri yang bernama Emiliana Istinah Andariyani yang biasa dipanggil Isti. Setelah itu, Beliau menjalani hidup baru bersama Seorang istri
yang bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan Beliau tinggal bersama istrinya di
Kota Magelang lebih tepatnya di kampung Sanggrahan.
Setelah itu, Beliau lebih bersemangat
untuk bekerja untuk mempersiapkan kebutahan jika anaknya akan lahir dan
akhirnya kedua pasangan melahirkan anak laki laki pertama yang bernama
Vincentius Setyo Kristanto dan sekarang bekerja. Setelah 1 tahun berlalu Kedua
pasangan tersebut melahirkan yang kedua yaitu anak perempuan yang bernama Maria
Krisnawati Putri dan sekarang kuliah. Setelah itu, ia menjalankan hidupnya untuk menghidupi kedua anak tersebut, setelah 8 tahun berlalu ia melahirnkan
anak yang ke-3 yang bernama Gregorius Kristyanto Bagus Saputro dan masih
seorang siswa SMA.





